Garis Biru Ini! Wera baru saja keluar dari apotek, Ival menunggu di luar. “kamu sudah beli test packnya” tanya Ival yang menunggu di parkiran sambil merokok, “udah” jawab Wera sambil menunjukkan plastik hitam yang isinya benda untuk mengetes kehamilan tersebut. Mereka kemudian bergegas pergi mencari toilet umum yang dekat, “bagaimana hasilnya?” tanya Ival yang kelihatan sangat khawatir. Wera tak menjawab dan kemudian menangis, “bagaimana?” tanya Ival lagi yang benar-benar penasaran. Wera semakin kuat menangis, kemudian Ival menenangkan Wera “tidak apa-apa, pasti akan baik-baik saja, aku tahu ini berat” Ival mengajak Wera ke suatu kafe di dekat pusat kota, mereka berdua makan siang. Ival sebenarnya enggan membuka percakapan tapi dia harus melakukannya, tetapi tiba-tiba Wera membuka mulut dan berkata “bagaimana aku bilangnya ke orangtua?”, Ival hanya menolehkan matanya ke langit-langit kafe itu dan tidak berkata apa-apa untuk sesaat, kemudian ia menatap Wera, mengambil kedua tangan w...
Menerbitkan cerita pendek orisinil.